Headlines News :
Home » » RAB (Rencana Anggaran Biaya): Faktor-faktor yang Mempengaruhi

RAB (Rencana Anggaran Biaya): Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Galih Gumelar .com - RAB atau singkatan dari Rencana Anggaran Biaya merupakan suatu poin penting di dalam merencanakan suatu kegiatan. RAB (Rencanan Anggaran Biaya) digunakan sebagai perkiraan pengeluaran anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai hasil dari sasaran/target suatu kegiatan.



RAB (Rencana Anggaran Biaya) tidak hanya ditemukan pada kegiatan di instansi Pemerintah, bisnis usaha, konsultan dan badan-badan usaha lainnya. RAB dapat juga ditemukan di organisasi-organisasi nir laba (LSM) atau bahkan di rumah tangga. Bagaimana pun, dimana pun, yang namanya biaya operasional dalam melangsungkan kegiatan profit maupun sosial itu pasti ada. Oleh karena itu, rumah tangga pun perlu RAB untuk melangsungkan suatu kegiatan, walaupun secara prakteknya membuat RAB sebuah rumah tangga tidak serumit RAB di bidang usaha, karena faktor-faktor yang membentuk item kebutuhan tidak sekompleks RAB suatu kegiatan usaha.

Nah, tulisan di sini lebih ke arah atau untuk membahas RAB (Rencana Anggaran Biaya) suatu kegiatan baik kegiatan di bidang fisik atau pun di bidang jasa/perangkat lunak/konsultansi. Kegiatan fisik misalnya kegiatan membangun rumah, membangun atau meningkatkan atau memelihara jalan, membangun gedung dan lain-lain. Kegiatan di bidang jasa/perangkat lunak/konsultansi, misalnya merencanakan desain rumah, jalan, produk-produk konsultansi bidang kebijakan, aplikasi komputer, dan lain-lain.


RAB (Rencana Anggaran Biaya) terkait erat dengan Analisa Harga Satuan (AHS). Mengapa demikian? RAB (Rencana Anggaran Biaya) adalah hasil detail dari perhitungan AHS (Analisa Harga Satuan), atau kata lainnya untuk mendapatkan RAB (yang lebih presisi) diperlukan penjabaran RAB tersebut melalui AHS (Analisa Harga Satuan). Mengapa tersebut (yang lebih presisi)? Terkadang seseorang dalam menghitung RAB sering memperkirakan gambaran kasar suatu item kebutuhan yang didapatkannya berdasarkan pengalamannya. Misalnya RAB untuk membangun suatu rumah RSSS (Rumah Sangat Sederhana Sekali, aha, emang ada yaa?) dibutuhkan Rp. 20 juta (misalnya lhooo), dengan item-item kebutuhan: Mandor Rp. 1 juta, Pekerja Rp. 5 juta, Bahan-bahan Rp. 14 juta. Yang seperti ini memang tidak menggunakan AHS atau analisa harga satuan.


Coba diperhatikan contoh perhitungan kasar pembangunan suatu rumah RSSSS di atas. Waduh ‘s’nya banyak amat ya? Apa yang tidak diperhitungkan dengan RABnya? Apa ayooo… Ya, waktu. RAB di atas tidak memperhitungkan waktu. Yang jelas, mau membangun 1 bulan kek, 1 minggu kek atau bahkan 1 tahun, RSSS itu dibangun dengan harga sekian. Nah, itu namanya Kontrak Lumpsum. Tapi di sini tidak membahas mengenai Hukum Kontrak :) Yang jelas, perhitungan RAB tersebut di atas yang tidak menggunakan AHS, tidak terkait dengan satuan waktu, walaupun untuk proyek/kegiatan instansi Pemerintah RAB tersebut hanya harus berlaku dalam satu tahun anggaran.
Konstrain ke-2 dalam tulisan ini adalah posting tulisan ini membahas RAB yang dijabarkan dalam AHS (Analisa Harga Satuan).
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menghitung RAB atau menyusun AHS adalah:
1. Spesifikasi Pekerjaan
Merupakan data pekerjaan tersebut, misalnya volume pekerjaan/kegiatan, jangka waktu pelaksanaan, lokasi kegiatan, lokasi material, jarak angkut, dan lain-lain. Dari spesifikasi pekerjaan ini dapat menjabarkan hal-hal yang dibutuhkan untuk mencapai spesifikasi yang dibutuhkan untuk dihasilkan.
2. Estimasi Volume dan Waktu Pelaksanaan
Melalui spesifikasi pekerjaan di atas, perlu dihitung volume item-item kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan, seperti kebutuhan tenaga pekerja/ahli, peralatan desain, bahan/material dll. Biasanya menghitung volume item-item kebutuhan pekerjaan yang lebih kompleks item-item kebutuhannya didasarkan atas perhitungan pekerjaan dalam waktu standar. Waktu standar adalah waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu kegiatan. Misalnya kegiatan merencanakan desain gedung 30 lantai selama a satuan waktu membutuhkan tenaga/ahli x orang, peralatan komputer y buah, dan bahan/material z unit. ‘a’ besaran nominal waktu standar kegiatan tersebut.
Oleh karena itu perlu diperhatikan estimasi waktu pelaksanaan dengan data waktu pelaksanaan pada spesifikasi pekerjaan. Jika waktu pada spesifikasi pekerjaan lebih dari estimasi waktu pelaksanaan atau waktu standar, maka akan menguntungkan perhitungan RAB. Jika terjadi sebaliknya, maka di sinilah dibutuhkan ‘engineering adjustment‘ atau penilaian engineering (nggak cocok keknya kalau mau disebut penilaian rekayasa).
3. Penggunaan/Pemilihan Alat atau Alat Berat
Penggunaan alat hampir pasti dibutuhkan di setiap kegiatan. Berbeda dengan alat berat yang hanya dibutuhkan untuk pekerjan-pekerjaan fisik skala besar. Dalam hal pemilihan alat, faktor-faktor yang mempengaruhi adalah sebagai berikut:
  • spesifikasi pekerjaan
  • kondisi eksisting lapangan
  • volume pekerjaan
  • waktu pelaksanaan yang ditempuh
Formula :
Jumlah alat = Target volume ÷ Produksi alat
4. Kapasitas/Produksi Alat
Kapasitas produksi alat ini diperuntukkan untuk alat-alat berat. Kapasitas/produksi alat (berat) bergantung pada faktor:
  • kapasitas bucket/blade
  • efisiensi
  • waktu siklus
Faktor efisiensi bergantung pada:
  • alat → ketersediaan mesin
  • alam → waktu dan kondisi lapangan
  • manusia → operator
Kapasitas bucket/blade dan waktu siklus alat-alat berat dapat dilihat pada buku-buku text mengenai alat berat.
5. Perhitungan Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan (Rencana)
Di dalam perhitungan RAB, walaupun ada waktu standar, setiap kegiatan pasti mempunyai perencanaan waktu pelaksanaan suatu kegiatan. Hal ini dimaksudkan untuk estimasi integrasi dengan kegiatan-kegiatan lain yang akan dilaksanakan, sehingga dapat menimimalisir biaya kegiatan.
Perencanaan waktu kegiatan ini dapat diperoleh berdasarkan pengalaman dan referensi lain, seperti buku, percobaan di lapangan dan lain-lain.
Misalnya untuk pekerjaan tanah, terdapat kegiatan-kegiatan penggalian, bongkar muat, pengangkutan tanah, pemadatan dan lain-lain. Setiap kegiatan diperhitungkan waktu pelaksanaannya.
6. Waktu Efektif Pelaksanaan
Meskipun dalam spesifikasi pekerjaan jelas dinyatakan hari kalender, akan tetapi waktu pelaksanaan suatu kegiatan pada kenyataannya kurang dari waktu tersebut. Mengapa? Dalam hari kalender tersebut ada hari-hari libur baik hari Raya maupun hari libur kerja, bahkan dalam waktu-waktu tersebut dapat saja terjadi hal-hal di luar kuasa manusia sehingga dapat menghentikan pekerjaan.
Oleh karena hal tersebut di atas, perlu diperhitungkan waktu efektif baik jam efektif, hari efektif dan juga memperhitungkan hari istirahat/service alat dan lain sebagainya.
Demikian gambaran faktor-faktor yang perlu diperhatikan di dalam menyusun RAB (Rencanca Anggaran Biaya) suatu kegiatan atau pekerjaan. Semoga bermanfaat.


Sumber : Sintaposmaria dan PU
Berdakwah Yuk Dengan Share Artikel ini :

0 komentar:

Isi Kolom Komentar Di Bawah Ya..!

Nyatakan Saran, Kesan, Pernyataan, Dan Pertanyaannya Yah..

 
Support : Creating Website | www.galihgumelar.com | www.galihgumelar.org
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Pengadaan Barang Dan Jasa - All Rights Reserved
Template Design by www.galihgumelar.com Published by www.galihgumelar.org